Sabtu, September 01, 2007

TEKNOLOGI? TEKNIK? ENGINEER!

Sebagian besar dari kita pastinya secara sadar maupun tidak telah bergulat dengan yang namanya teknologi dalam hidup sehari-hari. Rutinitas kita sarat diisi oleh televisi, radio, komputer, mesin fotokopi, bahkan hanya sebuah paperclip!

Tapi, sebenarnya apa sih teknologi itu?
Saya melihat bahwa teknologi adalah produk dari pengembangan berbagai dimensi ilmu yang memudahkan manusia beraktifitas. Dengan kata lain, manusia memanfaatkan teknologi untuk mengakali lingkungan sehingga manusia dapat hidup semakin nyaman.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan teknik?
Seringkali kita mengucap, "Zen itu anak teknik penerbangan," atau "Para finalis lomba robotik merahasiakan teknik modifikasi mereka." Menurut saya, teknik bisa didefinisikan sebagai cara merekayasa objek untuk menghasilkan teknologi. Sebagai contoh, yang dimaksud dengan teknik elektro adalah ilmu merekayasa elektron dan sifat-sifat listrik.

Bagaimana dengan lulusan jurusan teknik? Mereka mendapat gelar engineer (insinyur). Dahulu di Indonesia gelar tersebut bertajuk "Ir.", kini menjadi ",ST (Sarjana Teknik). Saya pribadi lebih menyukai gelar terdahulu.

Engineer = individu yang berani mengkombinasikan cabang ilmu khususnya ilmu pengetahuan alam, matematika, dan ekonomi. Ada 2 peran utama dari engineer:
  1. Problem solver. Engineer berperan serta dalam pemecahan masalah di dunia, lucunya terkadang mereka mampu memecahkannya tanpa tahu banyak teorinya. Masalah utama kini adalah masalah manusia melawan alam. Bagaimana orang melawan angin, gempa, dan petir dalam pembangunan gedung pencakar langit? Bagaimana menghubungkan dua pulau yang berjarak ratusan kilometer dengan jembatan?
  2. Environment caretakers. Engineer mempunyai misi menciptakan penemuan tanpa lupa menjaga kelestarian lingkungan. Bagaimana ilmuwan meminimalisasi emisi gas buang dalam kendaraan bermotor?

Isu global. Beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi di China dan India sangat pesat, jelas mereka membutuhkan asupan listrik yang luar biasa besar. Apalagi kalau bukan tenaga nuklir solusinya? Memang benar bahwa dengan tenaga nuklir, penghematan energi dapat dilakukan, namun yang mengkhawatirkan adalah efek buruk yang dapat terjadi seperti di Chernobyl jika tidak dikontrol hati-hati.

3 komentar:

greycells mengatakan...

sbnernya gw penasaran ama judulnya. Knapa ditulis Tech(nology + nic) . Apa maksudnya nology = No Logic??? huehuee.

Hmmm... ya kira-kira gitu d peran engineer. Oh iya jgn lupa kalo PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) itu menghasilkan limbah yang ga akan ilang selama 80 tahun, jelas nuklir bukan jalan kluar, tapi gali lobang tutup lobang XD. Kebocoran nuklir itu pasti terjadi Mac karna sipatnya gas yg nempatin ruang, walopun di negara2 ahli nuklir bocornya cuma dikit makannya ga kerasa tp ttp aja pasti ada yg bocor.

Budi Rahardjo mengatakan...

@greycells, jadi kalau gak pakai PLTN alternatifnya apa dong?

greycells mengatakan...

Wew, ampun pak dosen huehuehue.

Ok, saya jawab dgn opini saya, mungkin gak terlalu mendalam soalnya saya bukan ahli di bidang energi (masi TPB, STEI juga).

Jadi alternatif selain nuklir menurut saya adalah batu bara (nah lo! bknnya lebih bnyk emisinya?) uits, tunggu dulu hehehe. Soalnya di Amerika lg dikembangin pembangkit listrik tenaga batubara tanpa emisi alias "Zero-emission". Sbnernya proyeknya uda lama digarap cuma hasilnya lon bisa diimplementasikan sampe skrng, alasan pertama lamanya riset ini tentunya masalah uang.

Sedikit ttg pembangkit listrik batu bara ini :

batu bara (Hidrokarbon CxHyOz) diubah mjd gas karbon monoksida (CO) dan Hidrogen (H2) yang masih tercampur dalam wujud gas (gas sintetik).

Kemudian gas sintetik ini direaksikan dgn uap air sehingga gas sintetik tersebut menjadi gas terpisah Karbon dioksida(CO2) dan Hidrogen berlebih.

dari hasil ini baru Hidrogen dipakai sebagai pembangkit tenaga listrik (ledakan hidrogen perubahan panas -> listrik) sedangkan karbon dioksida akan ditangkap dan kemudian dimasukkan kedalam air agar mengendap dan endapannya yang bersifat garam akan dikembalikan kembali ke tanah.

Jadi menurut saya bahan bakar masa depan adalah hidrogen :). Semoga jawabannya memuaskan hehehe.