Kita andaikan kita hidup di era keterbatasan, tanpa satelit, tanpa teropong bintang. Lalu, bagaimana kita sanggup memperkirakan diameter bulan dengan teknologi sederhana? Setelah berdiskusi panjang, kelompok kami memutuskan untuk memanfaatkan teropong yang dibuat dari gulungan kertas danmenerapkan teori kesebangunan segitiga di dalam perhitungan.
Dari gulungan kertas tersebut, kita lihat bulan di malam hari sehingga keseluruhan bulan masuk dalam ujung teropong. Dengan kesebangunan segitiga:
p / s = r1 / r ; di mana:
p = panjang teropong
s = jarak bumi - bulan
r1 = radius teropong
r = radius bulan
r = (r1 x s) / p = (0,0033 m x 205000 km) / 0,4 m = 1691,25 km
Sehingga, diameter bulan adalah 2 x r = 3382,5 km
THE TEAM
Hapsari M. A. (16507044)
Christian Halim (16507056)
Ardimas Andi P (16507080)
Mikael Aditya Chandra (16507104)
Lilian Maya (16507248)
Furqan Satria Adi Pradana (16507308)
1 komentar:
kalo emang terbatas banget, radius bulan juga nggak tau dong...
*iseng*
btw, gw pengen liat blog dosen lo yg lo bilang aktif ngepost itu dong...give me the link yah...
Posting Komentar